Sistem dan Teknologi Informasi

Tulisan ini di buat sebagai tugas mata kuliah Sistem dan Teknologi Informasi 

Nama                         : Nahla Najah
Pembimbing Tugas    : Rinda Cahyana, S.T., M.T..

cybersecurityresource.com


A. Pembahasan

Di abad ke-21, yang dicirikan oleh intensitas informasi yang tinggi dan persaingan global yang ketat, Sistem Informasi (SI) dan Teknologi Informasi (TI) telah menjadi jantung operasional yang vital bagi setiap organisasi. TI/SI tidak lagi hanya berperan sebagai alat pendukung, tetapi telah menjadi sumber daya strategis yang memungkinkan perusahaan mencapai keunggulan operasional, menciptakan produk dan layanan inovatif, dan meningkatkan keintiman dengan pelanggan dan pemasok (Laudon, 2014). Perusahaan secara masif berinvestasi pada Infrastruktur TI untuk menciptakan fondasi yang kuat dalam melayani pelanggan, bekerja sama dengan penjual, dan mengelola proses bisnis internal (Laudon, 2011).

Pemahaman mendalam tentang bagaimana sistem bekerja, sumber daya apa yang membentuknya, dan bagaimana teknologi dimanfaatkan secara strategis adalah kunci untuk memastikan keberhasilan organisasi di era digital. Artikel ini akan mengupas tuntas definisi sistem, komponen-komponen utama Sistem Informasi, peran kritis Teknologi Informasi, serta aplikasi strategis yang dihasilkan dari konvergensi keduanya.

I. Konsep Dasar Sistem dan Sistem Informasi

A. Definisi dan Fungsi Sistem

Konsep dasar yang mendasari Sistem Informasi adalah sistem. Sistem didefinisikan sebagai sekumpulan elemen yang saling berhubungan dengan batasan yang jelas, bekerja sama untuk mencapai sekumpulan tujuan yang sama dengan menerima masukan (input) dan menghasilkan keluaran (output) dalam proses perubahan bentuk yang terorganisir (Cahyana, 2020). Penting untuk dicatat bahwa setiap sistem hadir dalam lingkungan yang mengandung sistem lain, dan sistem itu sendiri bisa menjadi salah satu komponen atau subsistem dari sistem yang lebih besar (Cahyana, 2020).

Sebuah sistem memiliki tiga fungsi dasar (Obrian & Marakas, 2007):

1. Masukan (Input): Meliputi penangkapan dan perakitan elemen yang masuk ke dalam sistem untuk diproses (Cahyana, 2020).

2. Proses (Processing): Meliputi proses perubahan bentuk yang mengubah input menjadi output (Cahyana, 2020).

3. Keluaran (Output): Meliputi pengiriman elemen hasil produksi proses perubahan bentuk ke tujuan akhirnya (Cahyana, 2020).

Sistem juga dapat diklasifikasikan berdasarkan kemampuannya (Obrian & Marakas, 2007):

• Sistem Sibernetik (Cybernetic System): Sistem yang mampu mengawasi sendiri (self-monitoring) dan membuat kebijakan sendiri (self-regulating) karena dilengkapi oleh fungsi feedback (data kinerja sistem) dan kendali (pengawasan dan evaluasi feedback untuk menentukan apakah sistem mencapai tujuannya) (Cahyana, 2020).

• Sistem Adaptif (Adaptive System): Sistem yang dapat merubah dirinya sendiri atau lingkungannya untuk bertahan (Cahyana, 2020).

B. Definisi Sistem Informasi

Sistem Informasi (SI) didefinisikan sebagai sistem yang menerima sumber daya data sebagai masukan dan memprosesnya menjadi produk informasi sebagai keluaran (O’Brien & Marakas, 2005). SI merupakan kombinasi terorganisir dari sumber daya manusia, perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi, sumber daya data, serta kebijakan dan prosedur yang menyimpan, mengambil, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam suatu organisasi (O’Brien & Marakas, 2005).

Semua aktivitas SI meliputi (O’Brien & Marakas, 2005):

1. Pemasukan sumber daya data (perekaman data transaksi oleh pengguna akhir dan penyuntingan).

2. Pemrosesan data menjadi informasi (penghitungan, pembandingan, pengurutan, pengklasifikasian, dan peringkasan).

3. Pengeluaran produk informasi (dikirimkan kepada pengguna akhir dalam beragam bentuk, termasuk berbasis teks hingga multimedia).

4. Penyimpanan sumber daya data (dipertahankan secara terorganisir, dikelola oleh DBMS).

5. Pengendalian kinerja sistem (pengawasan terhadap feedback untuk dievaluasi agar sistem menghasilkan informasi yang tepat).

II. Sumber Daya Inti Sistem Informasi

Sistem informasi bergantung pada lima sumber daya utama yang saling mendukung (O’Brien & Marakas, 2005):

1. Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia terbagi menjadi dua kelompok utama (Obrian & Marakas, 2007):

• Pengguna Akhir (End Users): Mereka adalah pengguna sistem informasi dan informasi yang dihasilkannya (Cahyana, 2020).

• Spesialis Sistem Informasi: Orang yang mengembangkan dan mengoperasikan sistem informasi (Cahyana, 2020).

2. Sumber Daya Perangkat Keras (Hardware)

Perangkat keras meliputi semua perangkat fisik dan material yang digunakan dalam pemrosesan informasi (Mayers, 2007). Komponen utamanya adalah (Obrian & Marakas, 2007):

• Unit Sistem (System Unit): Bagian dari sistem komputer yang mengandung CPU dan memori, tempat pemrosesan dan penyimpanan utama terjadi (Cahyana, 2020).

• Peripherals (I/O Devices): Perangkat masukan dan keluaran untuk mengambil data dan menayangkan atau mengirimkan informasi, seperti monitor, keyboardmouse, dan printer (Cahyana, 2020).

3. Sumber Daya Perangkat Lunak (Software)

Perangkat lunak terdiri dari program komputer yang merupakan urutan instruksi (Rainer & Cegielski, 2008). Sumber daya perangkat lunak meliputi (Obrian & Marakas, 2007):

• Perangkat Lunak Sistem: Misalnya Microsoft Windows dan Unix, yang membantu eksekusi perangkat lunak aplikasi dan menyediakan lingkungan kerja (Dothre & Puntambekar, 2008; Joseph, 2007; Nithyashri, 2010).

• Perangkat Lunak Aplikasi: Digunakan untuk penggunaan komputer tertentu oleh pengguna akhir, seperti aplikasi toko online atau pengolah kata. Perangkat lunak aplikasi (Application Software) memungkinkan pengguna melakukan tugas spesifik, memecahkan masalah, atau melakukan pekerjaan yang berguna (Williams & Sawyer, 2011). Contohnya termasuk pengolah kata, spreadsheet, dan database manager (Williams & Sawyer, 2011).

• Prosedur: Instruksi operasi untuk setiap orang yang akan menggunakan sistem informasi (Cahyana, 2020).

4. Sumber Daya Data

Data merujuk pada deskripsi dasar dari sesuatu, kejadian, aktivitas, dan transaksi dalam bentuk angka, huruf, suara, atau gambar (Rainer & Cegielski, 2011). Data mentah yang telah diproses menjadi informasi yaitu data yang berarti dan berguna bagi pengguna (O’Brien & Marakas, 2008). Sumber daya data biasanya diorganisasikan, disimpan, dan diakses melalui beragam teknologi pengelolaan ke dalam Basis Data (menyimpan data terproses/terorganisir) atau Basis Pengetahuan (menyimpan pengetahuan dalam beragam bentuk seperti fakta dan aturan) (Cahyana, 2020).

5. Sumber Daya Jaringan

Sumber daya jaringan memungkinkan individu dan sistem terhubung dan berbagi sumber daya. Ini mencakup (Obrian & Marakas, 2007):

• Media Komunikasi: Berkaitan dengan media transmisi, seperti coaxialfiber opticcellular, dll (Cahyana, 2020).

• Infrastruktur Jaringan: Meliputi teknologi perangkat keras (misalnya modem), perangkat lunak (misalnya web browser), dan data yang diperlukan untuk mendukung operasi dan penggunaan jaringan komunikasi (Cahyana, 2020).

III. Peran dan Komponen Teknologi Informasi

A. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Teknologi Informasi (TI) adalah komponen sistem informasi selain sumber daya manusia (Turban dkk., 2006). TI adalah teknologi yang membantu memproduksi, memanipulasi, menyimpan, mengomunikasikan, dan/atau menyebarkan informasi (Williams & Sawyer, 2011).

TIK adalah konvergensi teknologi telekomunikasi atau komunikasi dan komputer (Bouwman dkk., 2005; ITU, 2002). TIK memungkinkan setiap individu pengguna komputer untuk saling terhubung dan berbagi sumber daya SI, baik melalui jaringan kabel maupun nirkabel (Turban dkk., 2006). TIK dilihat sebagai jembatan antara negara maju dan berkembang, alat pembangunan ekonomi dan sosial, pilar utama masyarakat berbasis pengetahuan global, dan peluang untuk membebaskan diri dari batasan geografis (International Telecommunication Union, 2002).

B. Infrastruktur dan Layanan TI

Investasi TI perusahaan disatukan dalam Infrastruktur Teknologi Informasi (TI). Infrastruktur TI ini mencakup fasilitas fisik, komponen, layanan, dan personel TI yang menunjang seluruh organisasi (Rainer & Cegielsky, 2011). Infrastruktur TI meliputi investasi perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan yang dibagikan di seluruh perusahaan, yang menyediakan pondasi untuk melayani pelanggan, bekerja dengan penjual, dan mengelola proses bisnis internal (Laudon, 2011).

Layanan Teknologi Informasi yang disediakan oleh Infrastruktur TI meliputi (Laudon, 2011):

• Komputasi: Akses menuju lingkungan digital yang sesuai.

• Telekomunikasi: Koneksi data, suara, dan video.

• Pengelolaan Data: Penyimpanan dan analisis data.

• Perangkat Lunak Aplikasi: Pemanfaatan sistem lintas-fungsional seperti ERP, CRM, SCM, dan KMS oleh semua unit bisnis.

• Pengelolaan Fasilitas Fisik: Pembangunan dan pengelolaan instalasi TIK.

• Pengelolaan Teknologi Informasi: Perencanaan dan pengelolaan proyek atau layanannya.

• Standar Teknologi Informasi: Kebijakan terkait perangkat yang dapat digunakan, kapan, dan bagaimana.

• Pendidikan Teknologi Informasi: Pelatihan penggunaan bagi pegawai, dan perencanaan bagi manajer.

• Litbang Teknologi Informasi: Penelitian teknologi masa depan yang memberi keuntungan kompetitif.

IV. Implementasi dan Aplikasi Strategis SI/TI

SI memainkan tiga peran vital dalam organisasi: mendukung proses dan operasi bisnis, mendukung pengambilan keputusan manajerial, dan mendukung strategi keunggulan kompetitif (O’Brien & Marakas, 2005).

A. Aplikasi Produktivitas

Perangkat lunak aplikasi sangat penting untuk meningkatkan produktivitas (Williams & Sawyer, 2011):

• Perangkat Lunak Pengolah Kata (Word Processing): Memungkinkan pengguna untuk memformat, membuat, mengedit (misalnya menggunakan fitur insertdeletefind and replace, dan cut/copy and paste), mencetak, dan menyimpan materi teks. Fitur seperti Word Wrap secara otomatis melanjutkan teks ke baris berikutnya saat mencapai margin kanan (Williams & Sawyer, 2011).

• Perangkat Lunak Spreadsheet: Memungkinkan pengguna membuat tabel dan jadwal finansial dengan memasukkan data dan formula (instruksi perhitungan) dan fungsi (formula bawaan untuk perhitungan umum) ke dalam baris dan kolom. Fitur revolusioner adalah recalculation (penghitungan ulang nilai secara otomatis), yang memungkinkan what-if analysis melihat bagaimana perubahan satu atau lebih angka memengaruhi hasil perhitungan (Williams & Sawyer, 2011).

• Perangkat Lunak Basis Data (Database Software): Mengatur dan mengelola sejumlah besar data, yang sangat penting bagi bisnis (Williams & Sawyer, 2011).

B. Peran Strategis dan Sistem Informasi Strategis

TI/SI memberikan nilai bisnis berupa fleksibilitas, peningkatan kualitas, pengurangan biaya, dan peningkatan produktivitas (Melvile, dkk, 2004; Dedrick, dkk, 2003; Oliner & Sichel, 2000; Economics and Statistics Administration, 2003).

Sistem Informasi Strategis (SIS) adalah setiap SI yang membantu organisasi mendapatkan keunggulan kompetitif atau mengurangi kerugian kompetitif (Rainer & Cegielski, 2008). Organisasi menggunakan TI secara strategis untuk:

• Mencapai keunggulan operasional (efisiensi dan produktivitas yang lebih tinggi).

• Menciptakan biaya peralihan (switching costs) yang membuat pelanggan atau pemasok enggan beralih ke pesaing (O’Brien & Marakas, 2005).

• Meningkatkan hambatan masuk (barriers to entry) ke pasar (O’Brien & Marakas, 2005).

Aplikasi perusahaan yang mendukung peran strategis ini meliputi:

• Sistem Enterprise (Enterprise Resource Planning/ERP): Sistem informasi yang mengintegrasikan perencanaan, manajemen, dan penggunaan semua sumber daya organisasi, menggunakan platform dan database perangkat lunak umum (Rainer & Cegielsky, 2008).

• Manajemen Hubungan Pelanggan (Customer Relationship Management/CRM): Fokus pada akuisisi, peningkatan, dan retensi pelanggan melalui dukungan layanan, penjualan, dan pemasaran (O’Brien & Marakas, 2007).

• Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management/SCM): Sistem yang mengelola hubungan dengan pemasok dan mitra bisnis lainnya.

• Sistem Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management Systems/KMS): KMS mengikuti siklus yang terdiri dari enam langkah: Create knowledgeCapture knowledgeRefine knowledgeStore knowledgeManage knowledge, dan Disseminate knowledge (Rainer & Cegielski, 2008).


B. Kesimpulan

Sistem dan Teknologi Informasi adalah duet tak terpisahkan yang mendorong inovasi dan daya saing. Sistem menyediakan kerangka kerja logis (input, proses, output) dan tujuan, sementara Teknologi Informasi (melalui perangkat keras, perangkat lunak, data, dan jaringan) menyediakan media untuk mewujudkan logika tersebut. Infrastruktur TI yang terdefinisi dengan baik yang menyediakan layanan komputasi, telekomunikasi, dan pengelolaan data adalah fondasi bagi semua aplikasi strategis, mulai dari ERP hingga CRM. Dengan memanfaatkan TI untuk mengelola data secara efektif, mendukung pengambilan keputusan, dan membangun keunggulan kompetitif, organisasi dapat mengubah data menjadi pengetahuan yang berharga, memastikan efisiensi operasional, dan mencapai tujuan strategis dalam lanskap digital global.


DAFTAR PUSTAKA


Bouwman, H., Hooff, B., Wijngaert, L., & Dijk, J. (2005). Information & Communication Technology inn Organizations. SAGE publications.

Cahyana, R. (2020). 02 Sistem dan Teknologi Informasi (Slide Presentasi).

Cahyana, R. (2013). Konsep Kerjasama Relawan TIK Garut Terkait Pemberdayaan Warung Internet Pedesaan.

Dothre, I. A., & Puntambekar, A. A. (2008). System Software. Technical Publication Pune, Pune, India.

International Telecommunication Union. (2002). Element and principles on the information society.

Joseph, M. (2007). System Software. Edisi Pertama. Firewall Media, New Delhi, India.

Laudon, K. C. (2011). Management Information System: Managing the Digital Firm. Pearson Education, Inc.

Laudon, K. C. (2014). Management Information Systems (13th ed.). Pearson Education, Inc.

Mayers, M. (2007). CompTIA A+ Guide to Managing and Troubleshooting PCs. Edisi Ketiga.

Nithyashri, J. (2010). System Software. Edisi Kedua. India: The Tata McGraw Hill.

Obrian, J. A., & Marakas, G. M. (2007). Introduction to Information Systems.

O’Brien, J. A., & Marakas, G. M. (2005). Management Information System (8th ed.). McGraw Hill.

O’Brien, J. A., & Marakas, G. M. (2008). Introduction to Information System.

Rainer, R. K., & Cegielski, C. G. (2008). Introduction to Information System (3rd ed.). John Wiley & Sons, Inc.

Rainer, R. K., & Cegielski, C. G. (2011). Introduction to Information Systems. John Wiley & Sons, Inc.

Turban, E., McLean, E., & Wetherbe, J. (2006). Information Technology for Management: Transforming Organization in the Digital Economy (5th ed.). John Wiley & Sons, Inc.

Williams, B. K., & Sawyer, S. C. (2011). Using information technology: a practical introduction to computers & communications (9th ed.). McGraw-Hill.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panduan Instalasi Android-x86 Menggunakan VirtualBox

Ringkasan Sistem dan Teknologi Informasi

INTRODUCTION TO BPMN AND BUSINESS PROCESS MANAGEMENT