Panduan Instalasi Android-x86 Menggunakan VirtualBox
Tulisan ini dibuat sebagai tugas mata kuliah Praktikum Sistem dan Teknologi Informasi
Penulis : Nahla Najah
Pembimbing tugas : Rinda Cahyana, S.T., M.T. dan Rifal Arif Rahman, S.Kom.
INSTALASI ANDROID-X86
1. Dasar Teori
1.1 Virtualisasi
Virtualisasi merupakan teknologi yang memungkinkan perangkat keras fisik dijalankan seolah-olah memiliki beberapa komputer berbeda melalui penciptaan virtual machine (VM) di atas sebuah hypervisor. Teknik ini membuat sumber daya fisik seperti CPU, memori, dan penyimpanan yang diabstraksikan menjadi perangkat virtual yang dapat digunakan oleh berbagai sistem operasi secara bersamaan tanpa saling mengganggu (Stallings, 2018).
Keuntungan penggunaan virtualisasi sangat beragam. Penghematan perangkat keras terjadi karena satu komputer mampu menampung banyak sistem operasi sekaligus. Selain itu, lingkungan virtual dikenal aman karena kesalahan konfigurasi OS di dalam VM tidak memengaruhi sistem utama. Virtualisasi juga mempermudah proses pembelajaran, terutama di lingkungan akademik, karena mahasiswa dapat melakukan percobaan OS berulang kali tanpa risiko merusak perangkat fisik (Silberschatz, Galvin & Gagne, 2020).
Dalam konteks praktikum Sistem dan Teknologi Informasi, virtualisasi berperan penting untuk memahami konsep instalasi OS, manajemen bootloader, serta kompatibilitas perangkat keras dalam ruang yang terisolasi.
Selain itu, virtualisasi juga memiliki manfaat nyata, antara lain:
- Penghematan biaya dan hardware, karena satu komputer dapat menjalankan banyak OS.
- Resiko rendah, karena kerusakan pada OS di VM tidak berpengaruh pada sistem utama.
- Mudah melakukan eksperimen, misalnya menginstall ulang OS berulang kali untuk belajar struktur kernel.
- Skalabilitas, dapat menambah VM baru tanpa memerlukan perangkat keras tambahan (Silberschatz et al., 2020).
Meskipun bermanfaat, virtualisasi juga memiliki batasan:
- Performa tidak sekuat perangkat asli (bare metal).
- Memerlukan RAM dan CPU cukup besar agar banyak VM bisa berjalan bersamaan.
- Beberapa perangkat keras tidak terbaca oleh VM, terutama perangkat fisik seperti GPU atau Wi-Fi card.
1.2 VirtualBox
Oracle VM VirtualBox adalah perangkat lunak virtualisasi bersifat open-source yang banyak digunakan karena ringan, mudah dipahami, serta mendukung beragam sistem operasi tamu seperti Windows, Linux, Solaris, dan Android-x86 (Oracle, 2020). VirtualBox bekerja sebagai type-2 hypervisor, yaitu berjalan di atas sistem operasi host dan menyediakan lingkungan terpisah bagi OS tamu.
Fitur penting yang membuat VirtualBox unggul dalam pembelajaran antara lain: pengaturan RAM dan CPU yang fleksibel, dukungan snapshots untuk mengembalikan VM ke kondisi tertentu, serta integrasi perangkat input seperti mouse dan keyboard. Kombinasi fitur ini membuat VirtualBox menjadi platform ideal untuk praktik instalasi dan eksperimen OS di kelas (Silberschatz et al., 2020).
Manfaat VirtualBox dalam Pembelajaran yaitu :
- Mendukung banyak OS, sehingga mahasiswa dapat mencoba Linux, Android, dan Windows dalam satu PC.
- Ada fitur snapshot, yang memungkinkan mahasiswa menyimpan kondisi VM sebelum percobaan.
- Bisa dilakukan restart, reset, dan cloning OS tanpa menyentuh harddisk utama.
Kelebihan VirtualBox yaitu :
-
Gratis dan open-source.
-
Kompatibel hampir dengan semua versi OS tamu.
-
Ringan dibanding hypervisor profesional lainnya.
Gratis dan open-source.
Kompatibel hampir dengan semua versi OS tamu.
Ringan dibanding hypervisor profesional lainnya.
Kekurangan VirtualBox yaitu :
-
Performa grafis kurang stabil untuk game berat.
-
Beberapa aplikasi yang butuh GPU asli tidak dapat berjalan.
-
Instalasi driver tambahan kadang perlu usaha lebih.
Performa grafis kurang stabil untuk game berat.
Beberapa aplikasi yang butuh GPU asli tidak dapat berjalan.
Instalasi driver tambahan kadang perlu usaha lebih.
1.3 Sistem Operasi
Sistem operasi (Operating System) adalah perangkat lunak inti yang bertanggung jawab mengatur komunikasi antara pengguna, aplikasi, dan perangkat keras komputer. Fungsi utamanya meliputi pengaturan proses, manajemen memori, sistem file, serta menyediakan antarmuka yang memungkinkan aplikasi berjalan dengan stabil (Stallings, 2018).
OS hadir dalam berbagai jenis, termasuk OS desktop seperti Windows dan Linux, serta OS mobile seperti Android. Pada praktikum ini digunakan Android-x86, yaitu versi Android yang telah dimodifikasi agar berjalan pada arsitektur komputer.
Fungsi utama sistem operasi mencakup:
-
Manajemen memori dan proses
-
Pengaturan dan akses sistem berkas
-
Pengelolaan perangkat keras
-
Penyediaan antarmuka bagi pengguna
-
Menjadi platform untuk menjalankan aplikasi
Dalam bidang teknologi informasi, pemahaman sistem operasi tidak hanya berhenti pada cara menggunakannya, tetapi juga bagaimana OS dipasang, dikonfigurasi, serta menjalankan proses internalnya. Pada praktikum ini dipilih Android-x86, yaitu sistem operasi Android hasil porting ke arsitektur komputer.
1.4 Mini OS
Mini OS adalah sistem operasi yang dirancang dengan ukuran minimalis dan kebutuhan hardware rendah, namun tetap menyediakan fungsi-fungsi dasar OS. Mini OS sering dipilih untuk kebutuhan percobaan, pembelajaran, dan troubleshooting karena dapat berjalan pada komputer berspesifikasi rendah.
Android-x86 dapat dikategorikan sebagai Mini OS karena ukurannya relatif kecil, proses boot cepat, dan tidak memerlukan RAM besar untuk berjalan. Meskipun ringan, sistem ini mampu menjalankan aplikasi Android seperti perangkat mobile pada umumnya (Android-x86 Project, 2023).
Contoh Mini OS lainnya yaitu:
-
Puppy Linux
-
Tiny Core Linux
-
KolibriOS
-
Android-x86
Puppy Linux
Tiny Core Linux
KolibriOS
Android-x86
Mini OS memiliki kelebihan yaitu:
-
Cepat di-boot
-
Ukuran ISO kecil
-
Cocok untuk percobaan OS di laboratorium
Namun juga ada kekurangannya yaitu:
-
Fitur sering terbatas
-
Tidak semua aplikasi mendukung
1.5 Android-x86
Android-x86 adalah proyek open-source yang bertujuan melakukan porting sistem operasi Android yang awalnya dirancang untuk prosesor ARM ke arsitektur x86 agar dapat berjalan pada PC, laptop, maupun virtual machine (Chih-Wei Huang, 2023). Proyek ini menyesuaikan kernel Linux, menambahkan driver grafis, serta menyiapkan dukungan periferal seperti keyboard dan mouse.
Android-x86 memiliki fitur seperti:
-
Dukungan BIOS/UEFI
-
Driver grafis untuk Intel, AMD, dan NVIDIA
-
Kemampuan menjalankan aplikasi Android secara penuh
-
Kompatibilitas tinggi dengan VirtualBox dan VMware (Android Developers, 2024)
Kelebihan Android-x86
-
Dukungan berbagai driver PC.
-
Bisa dijalankan di VirtualBox & VMware.
-
Booting cepat dan stabil.
-
Bisa menginstall aplikasi Android layaknya smartphone.
Dukungan berbagai driver PC.
Bisa dijalankan di VirtualBox & VMware.
Booting cepat dan stabil.
Bisa menginstall aplikasi Android layaknya smartphone.
Kekurangan Android-x86
-
Beberapa aplikasi tidak kompatibel karena tidak semua mendukung arsitektur x86.
-
Fitur sensor seperti accelerometer tidak berfungsi.
-
Google Play Store kadang tidak aktif di beberapa build (Android Developers, 2024).
Beberapa aplikasi tidak kompatibel karena tidak semua mendukung arsitektur x86.
Fitur sensor seperti accelerometer tidak berfungsi.
Google Play Store kadang tidak aktif di beberapa build (Android Developers, 2024).
2. Alat dan Bahan
ISO Android-x86 seperti android-x86-9.0-r2.iso (Android-x86 Project, 2023).
-
VirtualBox sebagai platform virtualisasi (Oracle, 2020).
-
Laptop/PC dengan:
-
RAM minimal 4 GB
-
Storage 10–15 GB
-
Processor mendukung VT-x/AMD-V
-
Internet untuk login Google atau mengunduh aplikasi (Google, 2024).
ISO Android-x86 seperti android-x86-9.0-r2.iso (Android-x86 Project, 2023).
VirtualBox sebagai platform virtualisasi (Oracle, 2020).
Laptop/PC dengan:
-
RAM minimal 4 GB
-
Storage 10–15 GB
-
Processor mendukung VT-x/AMD-V
Internet untuk login Google atau mengunduh aplikasi (Google, 2024).
3. Tahapan
1. Instalasi VirtualBox
a. Unduh dari situs resmi: https://www.virtualbox.org
Buka situs resmi VirtualBox melalui browser, lalu masuk ke menu Downloads. Pilih versi yang sesuai dengan sistem operasi laptop yang digunakan. Mengunduh dari situs resmi memastikan file yang diperoleh aman dan kompatibel.
b. Jalankan instal lalu klik Next hingga selesai
Setelah file installer selesai diunduh, buka file tersebut. Pada jendela instalasi, cukup ikuti langkah-langkah yang muncul dengan menekan Next beberapa kali. Biarkan pengaturan default jika tidak ada kebutuhan khusus. Ketika muncul permintaan izin untuk memasang komponen jaringan VirtualBox, pilih Yes, lalu tunggu hingga proses instalasi mencapai tahap selesai.
c. Buka VirtualBox untuk memastikan berhasil terpasang
Setelah instalasi selesai, buka aplikasi VirtualBox melalui menu Start atau shortcut. Jika aplikasi dapat dibuka tanpa pesan error dan tampilan utamanya muncul dengan benar, berarti VirtualBox sudah berhasil terpasang dan siap digunakan untuk membuat mesin virtual baru.
2. Instalasi File ISO Android-x86
a. Mengunduh ISO Android-x86 dari situs resmi
Untuk memulai proses instalasi Android-x86, langkah pertama adalah mengunduh file ISO sistem operasinya. Buka browser, lalu cari situs resmi Android-x86 di https://www.android-x86.org.
Masuk ke menu Download, kemudian pilih versi Android-x86 yang ingin digunakan—misalnya Android-x86 9.0 atau 8.1. Pastikan memilih file ISO karena format ini digunakan untuk proses instalasi di VirtualBox.
Mengunduh ISO dari situs resmi penting agar file yang digunakan terjamin keasliannya, tidak rusak, serta kompatibel dengan fitur virtualisasi pada VirtualBox.
b. Menyimpan ISO di folder yang mudah ditemukan
Setelah memilih versi ISO, biarkan proses unduhan berjalan hingga selesai. File ISO biasanya berukuran besar (±700 MB–1,5 GB), jadi waktu unduhan bisa berbeda tergantung koneksi internet.
Jika sudah selesai, simpan file tersebut di folder yang mudah ditemukan misalnya di Downloads atau buat folder khusus seperti Android-x86 Installer.
Lokasi yang jelas memudahkan saat nanti kamu harus memilih file ISO tersebut ketika membuat mesin virtual di VirtualBox.
c. ISO siap digunakan untuk proses pembuatan mesin virtual
Setelah file ISO berhasil diunduh dan disimpan, file tersebut tidak perlu di-instal secara langsung. ISO akan digunakan sebagai “CD instalasi” pada mesin virtual.
Di tahap ini, kamu cukup memastikan file ISO sudah tersedia dan tidak corrupt (biasanya dapat dipastikan jika file bisa dibuka atau ukurannya sesuai dengan yang tertera di situs resmi).
3. Membuat Virtual Machine (VM) Android-x86
a. Buka aplikasi VirtualBox
Langkah pertama adalah membuka aplikasi VirtualBox yang sudah terpasang sebelumnya. Setelah terbuka, kamu akan melihat tampilan awal aplikasi yang berisi daftar mesin virtual (jika sebelumnya pernah membuat VM).
b. Klik Menu New
Pada menu bagian atas, pilih Machine, kemudian klik New. Perintah ini digunakan untuk membuat mesin virtual baru yang akan menjadi tempat instalasi Android-x86.
c. Mengisi Pengaturan Dasar VM
Di jendela yang muncul, isikan nama mesin virtual pada kolom Name, misalnya 2506071_Nahla Najah (nama dapat diganti sesuai kebutuhan). Selanjutnya, pada bagian Type pilih Linux, dan untuk Version pilih Linux (Other 64-bit). Setelah semua pengaturan dasar terisi, tekan tombol Next untuk melanjutkan konfigurasi.
e. Mengatur Memory Size (RAM)
Pada langkah ini, VirtualBox akan meminta kamu menentukan jumlah RAM yang akan diberikan untuk mesin virtual. Minimal yang direkomendasikan adalah 2048 MB, namun agar Android-x86 bisa berjalan lebih lancar, sebaiknya gunakan 4096 MB.
Dalam contoh ini, saya memilih 3587 MB, yang masih berada dalam rentang aman dan cukup untuk menjalankan sistem dengan stabil.
Pada langkah ini, VirtualBox akan meminta kamu menentukan jumlah RAM yang akan diberikan untuk mesin virtual. Minimal yang direkomendasikan adalah 2048 MB, namun agar Android-x86 bisa berjalan lebih lancar, sebaiknya gunakan 4096 MB.
Dalam contoh ini, saya memilih 3587 MB, yang masih berada dalam rentang aman dan cukup untuk menjalankan sistem dengan stabil.
f. Akan muncul tampilan konfigurasi berikutnya
Setelah menekan Next, VirtualBox akan menampilkan halaman pengaturan lanjutan yang berisi opsi untuk mengatur RAM, CPU, dan penyimpanan VM. Pada tahap ini, pengguna dapat mulai menyesuaikan spesifikasi mesin virtual sesuai kebutuhan instalasi Android-x86.
g. Mengatur Bagian Acceleration
Pada bagian Acceleration, ubahlah opsi Paravirtualization Interface menjadi KVM. Setelah itu, aktifkan fitur Enable Nested Paging. Kedua pengaturan ini berfungsi untuk meningkatkan kinerja virtualisasi sehingga Android-x86 dapat berjalan lebih cepat dan lebih responsif selama proses instalasi maupun saat digunakan.
h. Masuk ke Menu Boot Android-x86
Saat mesin virtual mulai berjalan, akan muncul tampilan menu awal Android-x86. Pada menu tersebut, pilih opsi “Advanced options…” untuk masuk ke bagian pengaturan lanjutan sebelum melakukan proses instalasi sistem.
i. Memulai Instalasi Melalui Advanced Options
Di dalam menu Advanced options, pilih pilihan “Auto_Installation – Auto Install to specified harddisk”. Pilihan ini akan membuat proses instalasi berjalan secara otomatis, karena sistem langsung menyiapkan partisi, memformat, dan mengatur konfigurasi dasar pada harddisk virtual tanpa perlu pengaturan manual dari pengguna.
j. Konfirmasi Sebelum Instalasi Dilanjutkan
Setelah memilih mode instalasi otomatis, Android-x86 akan menampilkan sebuah jendela konfirmasi sebagai langkah pengamanan. Pada jendela ini, sistem menanyakan apakah kamu benar-benar ingin melanjutkan proses instalasi ke harddisk virtual yang telah dipilih.
Pesan ini penting karena ketika instalasi dimulai, seluruh data yang ada pada partisi virtual tersebut akan dihapus dan diganti dengan sistem Android-x86. Jika kamu sudah yakin dengan pilihan yang dibuat, klik “Yes” untuk memberikan izin agar proses instalasi dapat berjalan sampai selesai.
k. Menjalankan Sistem Setelah Instalasi Selesai
Ketika proses instalasi sudah mencapai tahap akhir, Android-x86 akan menampilkan sebuah jendela berisi beberapa pilihan, seperti Run Android-x86, Reboot, Cancel, dan OK. Pada tahap ini, pilih opsi Run Android-x86 untuk langsung menjalankan sistem yang baru saja dipasang. Setelah itu, tekan tombol OK agar mesin virtual melakukan booting ke Android dan kamu bisa mulai masuk ke tampilan awal sistem.
l. Tampilan Booting Android Setelah Instalasi
Setelah kamu memilih untuk menjalankan sistem, mesin virtual akan mulai melakukan proses booting. Pada tahap ini, biasanya muncul layar dengan tulisan “Android” di tengah. Tampilan tersebut merupakan indikator bahwa sistem sudah berhasil terpasang dan sedang bersiap untuk masuk ke antarmuka Android-x86. Jika tulisan ini muncul, berarti instalasi telah berjalan dengan benar dan sistem hampir siap digunakan.
m. Masuk ke Halaman Penyambutan Android
Setelah proses booting selesai, sistem akan membawa kamu ke layar penyambutan Android-x86. Pada layar ini biasanya muncul tulisan “Hi there” yang menandakan bahwa sistem sudah siap untuk dikonfigurasi. Di tahap ini, pengguna bisa memilih bahasa yang ingin digunakan untuk antarmuka Android, lalu menekan tombol Start untuk melanjutkan ke proses pengaturan awal sebelum masuk ke halaman utama.
n. Melewati Pengaturan Wi-Fi di Android-x86
Setelah memilih bahasa, Android-x86 akan menampilkan halaman Connect to Wi-Fi sebagai bagian dari pengaturan awal. Biasanya, pada perangkat asli kamu akan memilih jaringan untuk terhubung ke internet. Namun karena sistem ini dijalankan di dalam VirtualBox, tidak ada opsi Wi-Fi fisik yang bisa dipilih.
Untuk itu, cukup tekan tombol Skip atau Next agar proses konfigurasi tetap berjalan tanpa perlu menyambungkan ke jaringan Wi-Fi. Nantinya, Android-x86 tetap bisa menggunakan koneksi internet melalui jaringan virtual (NAT) yang disediakan oleh VirtualBox.
o. Menunggu Proses Pemuatan Sistem
Setelah melewati pengaturan Wi-Fi, Android-x86 akan menampilkan layar pemuatan berikutnya. Pada tahap ini, cukup tunggu beberapa saat karena sistem sedang menyiapkan konfigurasi lanjutan sebelum masuk ke tahapan berikutnya. Tampilan ini merupakan proses normal dan biasanya hanya berlangsung sebentar.
p. Masuk atau Melewati Login Akun Google
Setelah tahap tadi, Android-x86 akan meminta kamu melakukan login menggunakan akun Google agar semua layanan Android dapat berjalan dengan optimal. Namun, jika kamu tidak ingin masuk saat itu juga, kamu bisa memilih opsi Skip untuk melanjutkan proses tanpa melakukan login terlebih dahulu. Login tetap bisa dilakukan nanti setelah masuk ke tampilan utama.
q. Mengatur Preferensi Google Services
Berikutnya, sistem akan menampilkan beberapa pengaturan terkait layanan Google, seperti izin lokasi, peningkatan akurasi pemindaian, dan pengumpulan data diagnostik. Kamu bebas mengaktifkan atau menonaktifkan fitur-fitur tersebut sesuai kebutuhan. Setelah selesai meninjau pengaturan, tekan More atau Next untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
r. Pengaturan Keamanan Perangkat
Pada bagian ini, Android-x86 memberikan pilihan untuk membuat metode keamanan, seperti Pattern, PIN, atau Password. Opsi ini bertujuan melindungi perangkat dari akses tidak sah. Jika kamu merasa belum perlu menambah pengaman, cukup tekan Not now untuk melewati pengaturan keamanan dan melanjutkan instalasi.
s. Memilih Aplikasi Home (Launcher) yang Akan Digunakan
Di langkah selanjutnya, sistem akan menampilkan pilihan aplikasi Home atau launcher yang tersedia, biasanya antara Quickstep atau Taskbar. Pilih salah satu yang ingin kamu gunakan sebagai tampilan utama. Setelah menentukan pilihan, tekan Just Once jika kamu ingin mencoba sementara, atau Always jika ingin menjadikannya sebagai pilihan permanen.
t. Masuk ke Tampilan Utama Android-x86
Setelah semua langkah konfigurasi awal diselesaikan, Android-x86 akan membawa kamu ke Home Screen. Di sinilah sistem benar-benar siap digunakan. Pada tahap ini, kamu sudah bisa membuka berbagai aplikasi bawaan seperti Chrome, Gmail, Kontak, hingga Play Store. Tampilan ini menandai bahwa instalasi berhasil dan semua fungsi dasar Android sudah berjalan dengan normal di dalam VirtualBox.
Untuk menampilkan ikon-ikon seperti Wi-Fi, Bluetooth, baterai, atau menu pintasan lainnya, cukup tarik atau klik bagian atas layar. Panel ini berfungsi sebagai pusat notifikasi dan akses cepat ke pengaturan utama, sama seperti pada perangkat Android biasa.
KESIMPULAN
Dari rangkaian proses yang telah dilakukan, dapat dipahami bahwa instalasi Android-x86 di VirtualBox bukan hanya sekadar praktik memasang sistem operasi, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang memperkenalkan cara kerja virtualisasi secara lebih nyata. Melalui VirtualBox, pengguna dapat mencoba sistem Android pada perangkat komputer tanpa harus mengubah sistem utama, sehingga kegiatan uji coba menjadi jauh lebih aman dan fleksibel.
Selama proses pembuatan mesin virtual, mulai dari pengaturan RAM, CPU, penyimpanan, akselerasi, hingga pemilihan mode instalasi otomatis, setiap langkah memberikan gambaran bagaimana sebuah sistem operasi dipersiapkan sebelum akhirnya bisa dijalankan. Tahap-tahap konfigurasi awal Android seperti pengaturan bahasa, jaringan, layanan Google, keamanan, sampai pemilihan tampilan Home Screen mengajarkan bahwa Android-x86 tidak jauh berbeda dari perangkat Android pada umumnya, hanya saja dijalankan pada lingkungan desktop.
Setelah instalasi selesai dan sistem menampilkan Home Screen, Android-x86 terbukti mampu berjalan dengan cukup stabil dan responsif. Keberadaan aplikasi bawaan seperti Chrome, Gmail, maupun Play Store menunjukkan bahwa platform ini dapat digunakan untuk aktivitas belajar, pengembangan aplikasi, maupun sekadar eksplorasi fitur mobile melalui komputer.
Secara keseluruhan, praktikum ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang hubungan antara teknologi virtualisasi, sistem operasi, dan implementasi Android pada arsitektur non-mobile. Android-x86 menjadi contoh nyata bahwa sebuah OS dapat diadaptasi dan dijalankan di lingkungan yang berbeda dengan tetap mempertahankan fungsi utamanya. Pengalaman ini tidak hanya bermanfaat untuk pembelajaran, tetapi juga membuka wawasan tentang fleksibilitas teknologi di dunia komputasi modern.
























Komentar
Posting Komentar