Perangkat Lunak Komputer

bbccitsolution.com


Tulisan ini di buat sebagai tugas mata kuliah Sistem dan Teknologi Informasi 
Nama                         : Nahla Najah
Pembimbing Tugas    : Rinda Cahyana, S.T., M.T..

PENDAHULUAN

Jika perangkat keras (hardware) adalah mesin fisik yang dapat disentuh dan dilihat, maka perangkat lunak (software) adalah jiwa digital yang menghidupkan mesin tersebut. Perangkat lunak atau yang sering disebut programs adalah serangkaian instruksi langkah demi langkah yang dikodekan secara elektronik yang memberi tahu perangkat keras komputer bagaimana cara melakukan tugas (Williams & Sawyer, 2011). Tanpa perangkat lunak, perangkat keras dianggap tidak berguna (Williams & Sawyer, 2011).

Dalam konteks Sistem Informasi (SI), perangkat lunak merupakan sumber daya penting yang mencakup instruksi terkomputerisasi (programs) dan prosedur bagi manusia (O’Brien & Marakas, 2005). Perangkat lunak modern menggunakan konsep stored program, di mana program disimpan dalam hardware dan diakses serta dieksekusi oleh CPU (Rainer & Cegielski, 2011). Memahami anatomi dan peran perangkat lunak sangat penting, karena kompleksitas dan harganya saat ini telah meningkat secara dramatis, menjadikannya persentase biaya yang besar dari sistem komputer modern (Rainer & Cegielski, 2011).

Artikel ini akan membedah klasifikasi fundamental perangkat lunak, menyoroti peran penting perangkat lunak sistem, mengeksplorasi alat-alat produktivitas yang ditawarkan oleh perangkat lunak aplikasi, serta membahas model lisensi dan pengembangan yang membentuk lanskap digital saat ini.

I. Klasifikasi Fundamental Perangkat Lunak

Perangkat lunak secara garis besar terbagi menjadi dua kategori utama yang saling berinteraksi: Perangkat Lunak Sistem dan Perangkat Lunak Aplikasi (Turban dkk., 2006; Williams & Sawyer, 2011; Rainer & Cegielski, 2011; O'Brien & Marakas, 2007).

A. Perangkat Lunak Sistem (System Software)

Perangkat lunak sistem berfungsi sebagai perantara antara perangkat keras komputer dan program aplikasi (Rainer & Cegielski, 2011). Peran utamanya adalah membantu komputer menjalankan tugas operasional penting dan memungkinkan perangkat lunak aplikasi dapat berjalan (Williams & Sawyer, 2011).

Tiga komponen dasar perangkat lunak sistem yang perlu diketahui adalah (Williams & Sawyer, 2011; O'Brien & Marakas, 2007):

  1. Sistem Operasi (Operating Systems): Komponen utama yang mengatur operasi dasar komputer (Cahyana, 2020; Williams & Sawyer, 2011).
  2. Driver Perangkat (Device Drivers): Perangkat lunak khusus untuk mengontrol perangkat peripheral (Cahyana, 2020; Williams & Sawyer, 2011).
  3. Program Utilitas (Utility Programs): Program yang digunakan untuk mendukung, meningkatkan, atau memperluas program yang ada (Cahyana, 2020; Williams & Sawyer, 2011).

B. Perangkat Lunak Aplikasi (Application Software)

Perangkat lunak aplikasi dikembangkan untuk memecahkan masalah atau untuk melakukan pekerjaan yang bermanfaat pada tugas-tugas tertentu (Cahyana, 2020; Williams & Sawyer, 2011). Aplikasi memungkinkan pengguna untuk melakukan tugas spesifik, memecahkan masalah, atau menghibur diri (Williams & Sawyer, 2011).

Kategori utama perangkat lunak aplikasi meliputi (O’Brien & Marakas, 2007; Rainer & Cegielski, 2011):

  1. Program Aplikasi Tujuan Umum (General-Purpose Application Programs): Program yang melakukan pekerjaan pemrosesan informasi umum bagi pengguna akhir, seperti word processing dan spreadsheet. Ini sering disebut productivity packages karena meningkatkan produktivitas pengguna akhir (O’Brien & Marakas, 2007; Rainer & Cegielski, 2011).
  2. Program Aplikasi Spesifik Fungsi (Function-Specific Application Programs): Ribuan paket yang tersedia untuk mendukung aplikasi spesifik di bidang bisnis, sains, dan teknik, seperti manajemen hubungan pelanggan (CRM) atau perencanaan sumber daya perusahaan (ERP) (O’Brien & Marakas, 2007; Rainer & Cegielski, 2011).

II. Perangkat Lunak Sistem: Mengelola Sumber Daya Komputer

Perangkat lunak sistem mengelola dan mendukung operasi sistem komputer dan jaringannya (Rainer & Cegielski, 2011; O’Brien & Marakas, 2007).

A. Fungsi Utama Sistem Operasi (OS)

Sistem Operasi (OS), juga disebut software platform, adalah sistem program master level rendah yang mengelola operasi dasar komputer (Williams & Sawyer, 2011; O’Brien & Marakas, 2007). Fungsi OS meliputi (O’Brien & Marakas, 2007; Rainer & Cegielski, 2011):

  1. Antarmuka Pengguna (User Interface): Menyediakan sarana komunikasi antara pengguna akhir dan sistem (O’Brien & Marakas, 2007; Rainer & Cegielski, 2011).
  2. Manajemen Sumber Daya (Resource Management): Mengelola sumber daya hardware sistem komputer, termasuk CPU, memori, perangkat penyimpanan sekunder, dan periferal (O’Brien & Marakas, 2007; Rainer & Cegielski, 2011). OS dapat menyediakan kemampuan memori virtual (virtual memory), yang mensimulasikan memori utama yang lebih besar dari kapasitas fisik sebenarnya (O’Brien & Marakas, 2007).
  3. Manajemen Tugas (Task Management): Mengelola penyelesaian tugas komputasi pengguna. OS modern mendukung multitasking, yaitu fitur yang memungkinkan pelaksanaan dua atau lebih program secara bersamaan oleh satu pengguna pada satu CPU (Williams & Sawyer, 2011; O’Brien & Marakas, 2007; Rainer & Cegielski, 2011).
  4. Manajemen File: Mengelola file data dan program (O’Brien & Marakas, 2007).
  5. Utilitas dan Fungsi Lain: Menyediakan berbagai layanan pendukung (O’Brien & Marakas, 2007).

B. Booting dan Program Pendukung

Booting adalah proses memuat sistem operasi ke dalam memori utama komputer (Cahyana, 2020; Williams & Sawyer, 2011). Cold-booting adalah menghidupkan komputer saat daya dimatikan (Power On), sedangkan Warm-boot adalah restart saat komputer sudah menyala (Cahyana, 2020; Williams & Sawyer, 2011).

Driver Perangkat (Device Drivers) adalah program khusus yang memungkinkan perangkat masukan dan keluaran berkomunikasi dengan sistem komputer (Cahyana, 2020; Williams & Sawyer, 2011; Rainer & Cegielski, 2011). Tanpa driver, OS tidak dapat mengenali dan menjalankan peripheral hardware (Williams & Sawyer, 2011).

Program Utilitas (System Utilities) melakukan tugas-tugas housekeeping rutin, seperti menyortir catatan, membuat direktori dan subdirektori, mencadangkan data (backup), pemulihan data, perlindungan virus, kompresi file, dan file defragmentation (Cahyana, 2020; Williams & Sawyer, 2011; Rainer & Cegielski, 2011).

III. Perangkat Lunak Aplikasi: Alat Produktivitas Digital

Perangkat lunak aplikasi bertujuan membuat pengguna lebih produktif dalam tugas-tugas tertentu (Williams & Sawyer, 2011). Tiga jenis utama perangkat lunak produktivitas yang paling penting adalah word processingspreadsheet, dan database software (Williams & Sawyer, 2011).

A. Pengolah Kata (Word Processing)

Perangkat lunak pengolah kata memungkinkan pengguna membuat, mengedit, memformat, mencetak, dan menyimpan materi teks (Williams & Sawyer, 2011). Fitur editing utama meliputi deleteinsert, dan replace text (Williams & Sawyer, 2011). Fitur penting lainnya termasuk:

  • Word Wrap: Secara otomatis melanjutkan teks ke baris berikutnya ketika mencapai margin kanan (Williams & Sawyer, 2011).
  • Cut/Copy & Paste: Menggunakan clipboard (area penyimpanan memori) untuk memindahkan blok teks dari satu tempat ke tempat lain atau ke dokumen baru (Williams & Sawyer, 2011).
  • Spelling Checker dan Grammar Checker (Williams & Sawyer, 2011).

B. Spreadsheet Elektronik

Spreadsheet memungkinkan pengguna membuat tabel dan jadwal keuangan dengan memasukkan data dan formula ke dalam baris dan kolom yang diatur sebagai grid (Williams & Sawyer, 2011).

Fitur yang membuat spreadsheet sangat populer adalah (Williams & Sawyer, 2011):

Formulas: Instruksi untuk perhitungan yang mendefinisikan bagaimana satu sel berhubungan dengan sel lain (Williams & Sawyer, 2011).

  • FunctionsFormula bawaan yang melakukan perhitungan umum (Williams & Sawyer, 2011).
  • Recalculation: Kemampuan untuk menghitung ulang nilai secara otomatis, bahkan saat data dimasukkan atau dengan menekan tombol (Williams & Sawyer, 2011).
  • What-if Analysis: Pengguna dapat melihat bagaimana perubahan satu atau lebih angka mengubah hasil perhitungan (Williams & Sawyer, 2011).

C. Pengelolaan Data dan File

Perangkat lunak Database (Database Management System/DBMS) adalah aplikasi yang mengatur dan mengontrol struktur database dan akses ke data, memungkinkan pengguna mengelola data dalam jumlah besar (Williams & Sawyer, 2011; Rainer & Cegielski, 2011).

Dalam sistem, data disimpan dalam bentuk file (koleksi data atau program) di penyimpanan sekunder (Cahyana, 2020; Williams & Sawyer, 2011). Tiga jenis utama file data adalah dokumen, worksheet, dan basis data (Cahyana, 2020; Williams & Sawyer, 2011).

  • Mengimpor (Importing): Mendapatkan data dari sumber lain dan kemudian mengubahnya menjadi format yang kompatibel dengan program yang sedang digunakan (Cahyana, 2020; Williams & Sawyer, 2011).
  • Mengekspor (Exporting): Mengubah data menjadi format yang dapat digunakan di program lain dan kemudian mengirimkannya (Cahyana, 2020; Williams & Sawyer, 2011).

IV. Lisensi, Akuisisi, dan Tren Perangkat Lunak

Organisasi dapat memperoleh perangkat lunak dengan berbagai cara, mulai dari pembelian paket komersial, pengembangan custom, hingga penyewaan online (O’Brien & Marakas, 2007; Laudon, 2011; Rainer & Cegielski, 2011).

A. Model Lisensi

Perangkat lunak memiliki berbagai model lisensi dan distribusi:

  • Perangkat Lunak Komersial (Commercial Software): Dilindungi hak cipta (copyrighted) dan ditawarkan untuk dijual (proprietary atau packaged software). Pengguna membeli lisensi (Williams & Sawyer, 2011; O’Brien & Marakas, 2007).
  • Perangkat Lunak Domain Publik (Public Domain Software): Tidak dilindungi oleh hak cipta dan dapat diduplikasi oleh siapa saja sesuka hati (Cahyana, 2020; Williams & Sawyer, 2011).
  • Freeware: Perangkat lunak yang dilindungi hak cipta tetapi didistribusikan secara gratis, seringkali melalui internet (Cahyana, 2020; Williams & Sawyer, 2011).
  • Shareware: Perangkat lunak yang dilindungi hak cipta yang didistribusikan secara gratis, tetapi pengguna diharuskan membayar biaya pendaftaran untuk terus menggunakannya (Cahyana, 2020; Williams & Sawyer, 2011).
  • Rentalware (SaaS): Perangkat lunak online yang disewa pengguna dengan biaya dan dapat diunduh kapan pun mereka mau (Cahyana, 2020). Konsep ini diwujudkan oleh Application Service Providers (ASPs), yang memiliki, mengoperasikan, dan memelihara aplikasi software untuk ditawarkan sebagai layanan melalui Internet (O’Brien & Marakas, 2007; Williams & Sawyer, 2011).
  • Custom Software: Perangkat lunak yang dibuat secara khusus oleh software engineers untuk memenuhi kebutuhan unik suatu individu atau organisasi (Cahyana, 2020; Williams & Sawyer, 2011).
  • Perangkat Lunak Bajakan (Pirated Software): Perangkat lunak yang diperoleh secara ilegal (Cahyana, 2020; Williams & Sawyer, 2011).

B. Tren dan Standar Pengembangan

Tren perangkat lunak saat ini mencakup komputasi awan (cloud computing), Software-as-a-Service (SaaS), dan Web Services (O’Brien & Marakas, 2007; Laudon, 2011).

Web Services adalah komponen perangkat lunak yang didasarkan pada standar Web terbuka (seperti XMLExtensible Markup Language dan HTMLHypertext Markup Language) yang memungkinkan pertukaran data dan interoperabilitas yang lebih efisien antar aplikasi (O’Brien & Marakas, 2007; Rainer & Cegielski, 2011). XML dirancang untuk meningkatkan fungsionalitas dokumen Web dengan menyediakan identifikasi data yang lebih fleksibel (Rainer & Cegielski, 2011).

Tren lain yang signifikan adalah Open-Source Software (OSS), di mana kode programnya tersedia secara gratis bagi pengembang untuk diunduh dan dimodifikasi. Syaratnya adalah bahwa perubahan tersebut tidak dapat dilindungi hak cipta dan harus tetap tersedia untuk umum (Williams & Sawyer, 2011; O’Brien & Marakas, 2007).

V. Interaksi Manusia dengan Perangkat Lunak

Interaksi antara manusia dan komputer difasilitasi oleh Antarmuka Pengguna (User Interface), yaitu layar tampilan yang dapat dikendalikan pengguna yang memungkinkan komunikasi dan interaksi dengan komputer (Cahyana, 2020; Williams & Sawyer, 2011; Rainer & Cegielski, 2011).

Saat ini, antarmuka yang paling umum digunakan adalah Antarmuka Pengguna Grafis (Graphical User Interface/GUI), yang memungkinkan pengguna menggunakan mouse dan keystrokes untuk memilih ikon dan perintah dari menu (Cahyana, 2020; Williams & Sawyer, 2011; Rainer & Cegielski, 2011). Interface yang baik bersifat intuitif, didasarkan pada pengalaman dan pengetahuan sebelumnya, sementara interface yang buruk memaksa kita untuk mempelajari perilaku yang diperlukan setiap saat (Williams & Sawyer, 2011).


KESIMPULAN

Perangkat lunak adalah instruksi penting yang mengarahkan operasi perangkat keras, bertindak sebagai elemen variabel dalam sistem komputer. Perangkat Lunak Sistem, yang diwakili oleh Sistem Operasi, mengatur sumber daya internal komputer, memungkinkan multitasking dan pengelolaan file yang efisien. Sementara itu, Perangkat Lunak Aplikasi memberdayakan pengguna, menyediakan alat-alat produktivitas penting seperti word processing dan spreadsheet yang merevolusi cara kerja bisnis. Dengan model akuisisi yang beragam, mulai dari Commercial hingga Open-Source dan Software-as-a-Service, perangkat lunak terus berkembang, didorong oleh kebutuhan akan fleksibilitas, konektivitas (Web Services), dan antarmuka yang lebih intuitif (GUI). Oleh karena itu, bagi organisasi, pengelolaan lisensi, keamanan (misalnya dari piracy), dan pemilihan perangkat lunak yang strategis merupakan kunci untuk mempertahankan keunggulan kompetitif dalam lingkungan bisnis yang semakin terdigitalisasi.


DAFTAR PUSTAKA

Cahyana, R. (2020). 04 Perangkat Lunak Komputer (Slide Presentasi).

Cahyana, R. (2013). Aktivitas dan Kompetensi Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi. CV Insan Akademika.

Laudon, K. C. (2011). Management Information System: Managing the Digital Firm. Pearson Education, Inc.

O’Brien, J. A., & Marakas, G. M. (2005). Management Information System (8th ed.). McGraw Hill.

O’Brien, J. A., & Marakas, G. M. (2007). Introduction to Information Systems.

Rainer, R. K., & Cegielski, C. G. (2011). Technology Guide 2 Computer Software. John Wiley & Sons, Inc.

Turban, E., McLean, E., & Wetherbe, J. (2006). Information Technology for Management: Transforming Organization in the Digital Economy (5th ed.). John Wiley & Sons, Inc.

Williams, B. K., & Sawyer, S. C. (2011). Using information technology: a practical introduction to computers & communications (9th ed.). McGraw-Hill. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panduan Instalasi Android-x86 Menggunakan VirtualBox

Ringkasan Sistem dan Teknologi Informasi

INTRODUCTION TO BPMN AND BUSINESS PROCESS MANAGEMENT