Jaringan Komputer
![]() |
| diengcyber.com |
Tulisan ini di buat sebagai tugas mata kuliah Sistem dan Teknologi Informasi Nama : Nahla NajahPembimbing Tugas : Rinda Cahyana, S.T., M.T..
PENDAHULUAN
Di era yang didominasi oleh konvergensi
teknologi komputer dan komunikasi, yang dikenal sebagai Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK), jaringan komputer (computer networks) telah
menjadi tulang punggung yang tak terpisahkan dari operasi bisnis modern.
Jaringan komunikasi didefinisikan sebagai sistem interkoneksi dari komputer,
telepon, atau perangkat komunikasi lainnya yang memungkinkan perangkat tersebut
berkomunikasi satu sama lainnya serta berbagi data dan aplikasi. Konsep
jaringan adalah fondasi dari kemajuan di Era Informasi, karena memungkinkan
akses online ke informasi dan layanan.
Perkembangan teknologi telah menggeser fokus
komputasi dari perangkat keras individu ke konsep network computing atau network-centric,
yang memandang jaringan sebagai sumber daya komputasi sentral. Menurut Hukum
Metcalfe, nilai atau kekuatan jaringan tumbuh secara eksponensial seiring
bertambahnya jumlah anggota atau node yang terhubung. Dengan
pemahaman ini, organisasi dari segala jenis dan ukuran berinvestasi dalam
infrastruktur jaringan untuk mencapai efisiensi operasional dan keunggulan
kompetitif. Artikel ini akan menganalisis arsitektur, komponen, mekanisme
transmisi, dan peran strategis jaringan komputer yang membentuk dunia digital.
I. Dasar-Dasar dan Pilar Komunikasi Digital
A. Representasi Sinyal: Digital vs. Analog
Komunikasi modern, secara umum, bersifat digital atau
berbasis komputer. Dalam sistem komputer, informasi atau sinyal komunikasi
direpresentasikan dalam cara dua kondisi (binary) menggunakan sinyal
elektronik atau elektromagnetik, di mana setiap sinyal 0 dan 1
merepresentasikan satu bit. Transmisi digital menggunakan pulsa
diskret, menawarkan kecepatan yang jauh lebih tinggi dan tingkat kesalahan yang
lebih rendah dibandingkan sistem analog.
Sebaliknya, sinyal analog diwakili
oleh bentuk gelombang berkelanjutan (continuous waveform) yang
bervariasi dalam kekuatan dan/atau kualitas, dan telah digunakan untuk
komunikasi suara (seperti pada sistem telepon tradisional).
Jalur komunikasi tradisional seringkali masih
mengandalkan sistem analog, sehingga perangkat modem (modulate/demodulate)
sangat penting. Modem pengirim memodulasi sinyal digital komputer menjadi
sinyal analog untuk ditransmisikan melalui jalur telepon, sementara modem
penerima mengubah sinyal analog tersebut kembali menjadi sinyal digital agar
dapat diproses oleh komputer.
B. Manfaat dan Nilai Strategis Jaringan
Jaringan komunikasi memberikan sejumlah
keuntungan yang signifikan bagi pengguna dan organisasi:
1. Berbagi Perangkat Periferal: Perangkat
mahal seperti laser printer dan scanner dapat
dihubungkan ke jaringan untuk dimanfaatkan bersama oleh banyak pengguna,
memaksimalkan penggunaannya.
2. Berbagi Program dan Data: Lebih
hemat biaya bagi perusahaan untuk membeli satu program yang dapat diakses
banyak karyawan daripada membeli lisensi terpisah untuk setiap karyawan. Selain
itu, berbagi data pada shared server memastikan semua karyawan
mengakses informasi yang sama dan terbarui.
3. Komunikasi yang Lebih Baik: Jaringan,
terutama melalui electronic mail (e-mail), memungkinkan
setiap orang di jaringan bertukar informasi penting secara mudah dan instan.
4. Keamanan Informasi (Backup): Data
dapat dicadangkan atau diduplikasi ke perangkat penyimpanan jaringan bersama,
melindungi informasi dari kehilangan jika komputer individu rusak.
5. Akses ke Basis Data: Jaringan
memungkinkan pengguna memanfaatkan berbagai basis data, baik basis data
perusahaan private maupun basis data publik yang
tersedia online melalui Internet.
II. Jenis dan Arsitektur Jaringan Berdasarkan
Cakupan dan Konfigurasi
Jaringan dikategorikan berdasarkan cakupan
geografis dan struktur logisnya.
A. Klasifikasi Berdasarkan Cakupan Geografis
1. Wide Area Network (WAN): Jaringan
yang mencakup area geografis yang sangat luas, seperti seluruh negara, benua,
atau dunia. WAN sering menggunakan kombinasi satelit, kabel fiber-optik,
gelombang mikro, dan koneksi kabel tembaga. WAN adalah keharusan bagi
perusahaan multinasional.
2. Metropolitan Area Network (MAN): Jaringan
komunikasi yang melingkupi area geografis satu kota atau kecamatan.
3. Local Area Network (LAN): Menghubungkan
komputer dan perangkat dalam area geografis terbatas, seperti kantor atau
gedung. LAN telah menggantikan mainframe untuk banyak fungsi
dan jauh lebih murah.
4. Personal Area Network (PAN) atau
Wireless PAN (WPAN): Menggunakan teknologi nirkabel jarak pendek
(sekitar 30 kaki) seperti Bluetooth, untuk menghubungkan perangkat
elektronik pribadi seperti telepon seluler, PDA, dan printer.
5. Home Area Network (HAN): Menggunakan
koneksi kabel atau nirkabel untuk menghubungkan perangkat digital rumah tangga.
Termasuk Home Automation Network yang menggunakan teknologi
murah, jarak jangkau sangat pendek, dan daya rendah untuk sensor di sekitar
rumah.
B. Struktur Jaringan dan Topologi
Topologi adalah tata letak logis atau bentuk jaringan.
1. Topologi Bus (Bus Network):
Semua perangkat komunikasi terhubung ke satu kabel tunggal (bus) yang
memiliki dua titik akhir. Keuntungannya relatif murah, namun jika kabel utama
putus, seluruh jaringan bisa berhenti bekerja.
2. Topologi Ring (Ring Network):
Semua perangkat terhubung dalam lingkaran tertutup (continuous loop)
tanpa titik akhir. Pesan mengalir searah, sehingga menghindari tabrakan data,
tetapi jika satu koneksi terputus, seluruh jaringan berhenti.
3. Topologi Star (Star Network):
Semua perangkat terhubung langsung ke hub atau server sentral.
Keuntungannya, hub mencegah tabrakan pesan, dan jika satu
koneksi putus, perangkat lain tetap beroperasi. Namun, jika hub sentral
gagal, seluruh jaringan berhenti.
Struktur jaringan berdasarkan peran pemrosesan
meliputi:
• Jaringan Klien/Server (Client/Server
Network): Klien (mikrokomputer) meminta data/layanan dari server (komputer
sentral) yang menyediakan data dan sumber daya. Server menyimpan data dan
program untuk klien. Jaringan ini adalah model komputasi terdistribusi yang
dominan saat ini.
• Jaringan Peer-to-Peer (P2P):
Semua komputer berkomunikasi langsung satu sama lain tanpa mengandalkan server.
Ini adalah jaringan yang murah dan efektif untuk jumlah komputer yang kecil,
biasanya hingga 25 komputer.
III. Komponen Fisik dan Logis Jaringan
Jaringan, terlepas dari ukurannya, memiliki
komponen dasar yang sama.
A. Perangkat Keras Jaringan
1. Node: Setiap perangkat yang
terpasang pada jaringan, seperti mikrokomputer, terminal, perangkat
penyimpanan, atau printer.
2. Network Interface Card (NIC):
Kartu sirkuit yang memungkinkan komputer mengirim dan menerima pesan melalui
jaringan.
3. Hub: Titik koneksi umum yang
sederhana. Mengirimkan paket data yang masuk ke semua perangkat lain yang
terhubung.
4. Switch: Perangkat yang
menghubungkan komputer ke jaringan. Berbeda dengan hub, switch lebih
cerdas karena dapat menyaring dan mengirimkan pesan hanya kepada penerima yang
dituju, dan beroperasi secara full-duplex (mengirim dan
menerima data secara bersamaan).
5. Router: Komputer khusus yang
mengarahkan paket data di antara jaringan yang berbeda, memastikan data sampai
ke alamat yang benar. High-speed router dapat berfungsi
sebagai bagian dari internet backbone.
6. Bridge: Antarmuka yang
digunakan untuk menghubungkan dua jaringan yang sejenis (protokol sama).
7. Gateway: Antarmuka yang
mengizinkan komunikasi antara jaringan yang berbeda (dissimilar networks)
dengan menerjemahkan dari satu set protokol ke set protokol lainnya.
8. Backbone: Jalan bebas hambatan
utama jaringan, termasuk gateway, router, dan peralatan
komunikasi lain yang menghubungkan semua jaringan komputer dalam organisasi.
B. Sumber Daya Perangkat Lunak Jaringan
Perangkat lunak jaringan mencakup berbagai
komponen untuk manajemen dan kontrol.
1. Network Operating System (NOS):
Perangkat lunak sistem yang merutekan dan mengelola komunikasi serta
mengoordinasikan sumber daya jaringan. NOS dapat berada di setiap komputer atau
pada dedicated server.
2. Protokol: Sekumpulan
kesepakatan atau aturan yang mengatur pertukaran data antara komponen hardware dan software dalam
jaringan komunikasi. Protokol menentukan pemeriksaan kesalahan, metode
kompresi, dan cara perangkat mengonfirmasi penerimaan pesan.
IV. Protokol, Transmisi Data, dan Standar
Global
A. Mekanisme Paket dan TCP/IP
Jaringan modern, terutama Internet, beroperasi
menggunakan teknologi packet switching. Dalam packet
switching, pesan dipecah menjadi blok data kecil dengan panjang tetap, yang
disebut paket. Setiap paket membawa informasi pengalamatan yang
diperlukan untuk mencapai tujuan akhirnya. Paket-paket ini dikirim secara
independen, seringkali melalui rute yang berbeda, dan kemudian disusun kembali
di tujuan penerima.
Protokol paling dominan yang digunakan oleh
Internet dan sebagian besar jaringan modern adalah Transmission Control
Protocol/Internet Protocol (TCP/IP).
• TCP (Transmission Control
Protocol) bertanggung jawab untuk mengatur pergerakan data, membuat koneksi,
mengurutkan transfer paket, dan mengakui paket yang dikirim.
• IP (Internet Protocol)
bertanggung jawab untuk pengalamatan (addressing), perutean (routing),
dan pengiriman paket ke tujuan akhir. Setiap komputer di Internet
memiliki Internet Protocol (IP) address yang unik.
TCP/IP beroperasi berdasarkan model referensi
4 lapisan: Lapisan Aplikasi, Transport, Internet, dan Network Interface.
Lapisan Transport termasuk TCP dan protokol lain, bertanggung jawab atas
komunikasi paket. Lapisan Internet bertanggung jawab atas addressing dan routing paket.
B. Media Transmisi dan Bandwidth
Media komunikasi dapat berupa media kabel
(wireline media) atau media siaran (broadcast media)/nirkabel.
1. Kabel (Wireline Media):
Meliputi twisted-pair wire (kabel tembaga terpilin, umum untuk
jalur telepon dan LAN), coaxial cable (kabel tembaga
berinsulasi tebal, digunakan untuk TV kabel dan LAN kecepatan tinggi),
dan fiber-optic cable (helai kaca/plastik tipis yang
mentransmisikan pulsa cahaya). Kabel fiber-optik menawarkan
kecepatan transmisi yang luar biasa tinggi (hingga 2 Gbps per helai atau 40
Tbps di laboratorium) dan lebih aman karena tidak mudah disadap.
2. Nirkabel (Wireless Media):
Menggunakan gelombang elektromagnetik untuk transmisi data, termasuk terrestrial
microwave, communications satellites, radio, dan
sistem seluler.
3. Bandwidth: Kapasitas saluran
komunikasi, yang menyatakan seberapa banyak data yang dapat dikirim melalui
saluran dalam jangka waktu tertentu, diukur dalam bits per second (bps).
Semakin besar bandwidth, semakin cepat transmisi data. Narrowband (pita
sempit) adalah koneksi kecepatan rendah (hingga 1.5 Mbps), sering digunakan
untuk modem dial-up, sedangkan Broadband (pita lebar) adalah
kecepatan tinggi (mulai dari 1 Mbps hingga 1 Gbps atau lebih).
V. Jaringan Pribadi dan Aplikasi Strategis
Perusahaan
Organisasi memanfaatkan standar jaringan
global untuk membangun jaringan internal yang aman dan efisien, serta untuk
mendapatkan keuntungan kompetitif.
A. Jaringan Internal dan Eksternal Perusahaan
1. Intranet: Jaringan private internal
organisasi yang menggunakan infrastruktur dan standar internet dan web (seperti
TCP/IP). Intranet adalah untuk penggunaan internal saja.
2. Ekstranet (Extranet):
Perluasan dari intranet private yang memungkinkan akses oleh
pihak luar tertentu (certain outsider) yang memiliki hubungan strategis,
seperti pemasok terpilih atau mitra bisnis lainnya.
3. Virtual Private Network (VPN):
Jaringan private yang menggunakan jaringan publik (umumnya
Internet) untuk menghubungkan lokasi jauh. VPN memberikan alternatif berbiaya
rendah dan aman (menggunakan enkripsi) untuk WAN private tradisional.
B. Peran Server Khusus dan Aplikasi Jaringan
Dalam jaringan client/server,
server dapat memiliki peran khusus:
• File Server: Menyimpan berkas
aplikasi dan data yang dibagikan melalui LAN.
• Database Server: Menyimpan data
di dalam LAN.
• Print Server:
Mengendalikan printer dan menyimpan print-image.
• Web Server: Mengandung
halaman web yang dapat dilihat melalui browser.
• Mail Server: Mengelola email.
Jaringan mendukung empat kategori utama
aplikasi bisnis yang memberikan nilai tambah:
1. Discovery: Mencari dan
mengambil informasi menggunakan alat seperti search engine, directories,
dan portals.
2. Communication: Menyediakan
komunikasi yang cepat dan murah, termasuk e-mail, chat
rooms, dan komunikasi suara. Teknologi Voice over IP (VoIP) memungkinkan
transmisi suara digital melalui Internet, mengurangi biaya komunikasi.
3. Collaboration: Upaya timbal
balik untuk menyelesaikan tugas bersama, didukung oleh workflow systems dan groupware.
4. Web Services: Standar dan
infrastruktur yang memungkinkan pertukaran data dan interoperabilitas yang
mudah antar aplikasi.
KESIMPULAN
Jaringan komputer adalah sumber daya
fundamental dalam Sistem Informasi, setara dengan perangkat keras, perangkat
lunak, dan data. Jaringan memungkinkan konvergensi komputasi dan komunikasi,
menghasilkan manfaat signifikan seperti berbagi sumber daya dan meningkatkan
komunikasi. Berdasarkan arsitektur, jaringan dikategorikan mulai dari LAN yang
terbatas hingga WAN yang mencakup cakupan global, dengan struktur logis
seperti Client/Server dan Peer-to-Peer.
Mekanisme transmisi data digital diatur oleh
protokol universal seperti TCP/IP, yang memecah pesan menjadi paket-paket untuk
efisiensi perutean. Media transmisi terus berevolusi menuju fiber-optik dan broadband yang
sangat cepat, memenuhi permintaan bandwidth yang terus
meningkat. Akhirnya, penggunaan Intranet, Ekstranet, dan VPN memungkinkan
perusahaan memanfaatkan jaringan global secara aman dan strategis, menegaskan
bahwa jaringan telah menjadi sumber daya sentral yang menentukan kemampuan
organisasi untuk beroperasi, berinovasi, dan bersaing di pasar digital.
DAFTAR PUSTAKA
Cahyana, R. (2020). 05 Jaringan
Komputer (Slide Presentasi).
Cahyana, R. (2013). Aktivitas dan
Kompetensi Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi. CV Insan Akademika.
Laudon, K. C. (2011). Management
Information System: Managing the Digital Firm. Pearson Education, Inc.
O’Brien, J. A., & Marakas, G. M.
(2005). Management Information System (8th ed.). McGraw Hill.
O’Brien, J. A., & Marakas, G. M.
(2007). Introduction to Information Systems.
Rainer, R. K., & Cegielski, C. G.
(2011). Introduction to Information Systems. John Wiley & Sons,
Inc.
Turban, E., McLean, E., & Wetherbe, J.
(2006). Information Technology for Management: Transforming
Organization in the Digital Economy (5th ed.). John Wiley & Sons,
Inc.
Williams, B. K., & Sawyer, S. C. (2011). Using information technology: a practical introduction to computers & communications (9th ed.). McGraw-Hill.

Komentar
Posting Komentar